Film RA Kartini Part 1&2

Posted: 12 April 2012 in MAM in News

Biografi RA Kartini

Posted: 12 April 2012 in MAM in News

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Baca entri selengkapnya »

Polling RA Kartini

Posted: 12 April 2012 in MAM in News

Windows 7 ISOs

Posted: 11 April 2012 in MAM in News

6 Atlet Indonesia Lolos Olimpiade – Antara News Video.

Padang (ANTARA News) – Peneliti dari Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang, Sumatera Barat, Rasmi R, menemukan perangkap sekaligus pengendali penyebaran hama tomcat. Akhirnya… pengendali tomcat ditemukan; alat itu dia namakan Radius Snare System (RASS) atau perangkap sistem jari-jari.
“Perangkap serangga tomcat alias Paederus littoralis atau kumbang rove itu mudah dibuat. Pertama siapkan satu piring porselen berwarna putih, lalu letakkan pada halaman rumah yang berumput,” kata Rasmi di Padang, Rabu.
Baca entri selengkapnya »

Mochtar Lubis (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922 – meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004 pada umur 82 tahun) adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Pemikirannya selama di penjara, ia tuangkan dalam buku Catatan Subversif (1980).

Pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA), dan anggota World Futures Studies Federation.

Baca entri selengkapnya »

Mengenal Bacillus Anthracis

Posted: 4 April 2012 in IPTEK

Arief B. Witarto

Sumber: http://www.berita-iptek.com

Nama anthrax kembali akrab di telinga kita akibat pemberitaan media yang gencar mengenai kasus teror menggunakan agen hayati (bioterorisme) baru-baru ini di Amerika. Dalam kesempatan ini, tak ada salahnya kita mengenal lebih dalam mengenai bakteri Bacillus anthracis, patogen penyebab anthrax karena penyakit ini juga dikenal di Indonesia seperti kejadian di Purwakarta (Januari 2000) dan Bogor (Januari 2001) yang lalu.

Racun

Anthrax sudah dikenal lama dalam sejarah manusia dimana catatan pertama penyakit ini ada dalam sejarah Mesir kuno. Studi sistematis B. anthracis dimulai akhir abad 19 oleh dua ilmuwan besar, Robert Koch (ahli ilmu bakteri/bacteriology dari Jerman) dan Louis Pasteur (ahli ilmu kekebalan tubuh/immunology dari Perancis). Koch, penerima Hadiah Nobel Kedokteran 1905, untuk pertama kalinya berhasil membiakkan kultur murni B. anthracis sekaligus menunjukkan bahwa bakteri ini dapat membentuk spora serta membuktikan B. anthracis sebagai penyebab penyakit anthrax dengan menyuntikkan pada hewan percobaan pada tahun 1877.

Baca entri selengkapnya »

 Muchus Budi R. – detikNews

Solo Santosa Doellah memiliki keahlian mencipta pola dan terobosan-terobosan dalam seni batik. Karena itulah dia diakui sebagai sosok yang mumpuni di bidang tersebut. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pun memberikan anugerah kepada Santosa sebagai empu seni batik.

Pengukuhan Santosa sebagai empu batik dilaksanakan di Pendopo ISI Surakarta di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Solo, Rabu (29/2/2012). ISI Surakarta yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta juga pernah mengangkat beberapa seniman sepuh sebagai empu di berbagai bidang, misalnya empu karawitan, empu tari, empu seni rupa, dan sebagainya.

“Saya sangat bangga sekali,” ujar Santosa usai acara pengukuhan tersebut.

Meski Bangga, namun dia selama ini bekerja karena kecintaan pada pelestarian dan pengembangan dunia batik. Santosa mengaku tidak ada pamrih untuk mendapat penghargaan apalagi gelar-gelar tertentu dari usahanya itu.

“Saya sangat berterima kasih dan semoga bisa mengemban tugas dengan baik,” sambung pria kelahiran Solo, 7 Desember 1941, itu.

Baca entri selengkapnya »