Mengapa Keragaman Budaya di Indonesia Deserves Pujian A

Posted: 13 Maret 2012 in MAM in News

Jimmy Hitipeuw
JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia diberkati dengan kelimpahan sumber daya alam, budaya yang unik, dan seni tradisional yang harus dijaga dan dilestarikan.

Di negara lebih dari 300 kelompok etnis, masing-masing dengan bahasa mereka sendiri dan dialek, Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negara lain untuk keragaman budayanya. Sebagai negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki 33 provinsi dengan lebih dari 238 juta orang, dan merupakan negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya.

Arief Rachman, anggota dari Kelompok Administrasi Biro Internasional Pendidikan (IBE) Dewan UNESCO, mengatakan di Paris baru-baru ini bahwa Indonesia merupakan laboratorium unik untuk keragaman budaya negara itu.

Dia mencatat bahwa Indonesia terdiri dari lebih dari 500 suku yang berbicara lebih dari 700 bahasa etnis tersebar di lebih dari 17.000 pulau yang terdiri dari lima pulau utama, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Mengingat fakta bahwa bangsa Indonesia terdiri dari begitu banyak kelompok etnis yang berbeda, bahasa dan budaya lokal setempat, direktur jenderal UNESCO Irina Borkova memuji negara itu dengan kemampuannya untuk melestarikan keragaman budayanya.

“Saya menyatakan penghargaan saya ke Indonesia, sebuah negara dengan keragaman budaya,” Irina Borkova baru ini mengatakan di Paris.

Oleh karena itu, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono diundang oleh Organisasi PBB Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya untuk menyajikan pandangannya tentang pengembangan dan pelestarian keanekaragaman budaya negara itu.

“Dalam pandangan UNESCO, Indonesia telah berhasil dalam menjaga integritas wilayah nya republik kesatuan (NKRI) dan persatuan nasional, meskipun penduduknya terdiri dari ratusan suku yang berbeda dengan budaya mereka sendiri dan bahasa,” kata Arief.

Itulah sebabnya katanya UNESCO telah mengundang Presiden Yudhoyono untuk berbicara di sesi UNESCO khusus untuk menandai perayaan 10 tahun deklarasi tentang keanekaragaman budaya. Arief mengatakan Presiden Yudhoyono akan berbagi pengalaman Indonesia dalam menjaga keragaman budayanya demi persatuan di Majelis Umum UNESCO mendatang di Paris.

Dia menambahkan bahwa Indonesia dipilih untuk menyampaikan pidato kunci karena UNESCO dianggap negara itu untuk menjadi contoh dari keragaman budaya yang akhirnya menjadi sumber bangsa? Kekuatan.

Menurut Arief, Indonesia, dengan upaya untuk mempertahankan keragaman budayanya, bisa menjadi contoh sebuah bangsa yang digunakan keragaman budaya sebagai kendaraan kunci, atau utama, untuk membantu dalam kemajuan bangsa. Arief mengatakan jika bahkan masyarakat internasional menghormati keragaman budaya Indonesia, maka semua pihak di dalam negeri juga harus melakukan segala upaya untuk melestarikan dan mengembangkannya.

“Karena itu, negara dan bangsa, termasuk orang-orang dari semua lapisan masyarakat, harus membiasakan diri dengan kekuatan Indonesia dan menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar,” kata Arief. Arief mencatat bahwa peran pemerintah dalam mengembangkan dan melestarikan kehidupan multikultural di negara itu juga penting, karena juga dapat digunakan dalam diplomasi luar negerinya.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono, dalam pidatonya pada sidang khusus ke-36 Konferensi Umum UNESCO di Paris, Rabu, mengatakan pendekatan baru harus ditemukan untuk mengembangkan pemahaman tentang keragaman budaya dan perbedaan.

Kepala negara Indonesia juga meminta semua pihak di seluruh dunia untuk bergabung dengan Indonesia dalam menciptakan pendekatan baru untuk pengembangan kehidupan multikultural.

“Paradigma sebelumnya ‘saya dan Anda sekarang harus diubah menjadi’ kita ‘,” kata presiden Indonesia.

Presiden Yudhoyono mengatakan, dengan paradigma baru ini, perbedaan pendapat dapat dikurangi untuk mempromosikan kehidupan yang multikultural positif yang akhirnya akan mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Saya tidak bisa menyangkal bahwa dunia tidak bebas dari prasangka dan gagasan negatif lainnya, tetapi kita harus menantang dengan persatuan dan saling menghormati,” katanya.

Indonesia, tambahnya, telah mengalami sejumlah masalah yang berkaitan dengan isu etnis yang berakhir dengan konflik, tetapi melalui usaha bersama oleh semua komponen bangsa, kesadaran tumbuh bahwa keragaman adalah aset nasional yang dapat digunakan untuk memajukan kehidupan, dan sehingga konflik dapat diselesaikan.

“Pengalaman itu kemudian berubah menjadi pelajaran dan telah mengubah Indonesia menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia,” katanya.

Selanjutnya, pendekatan yang mengakomodasi kepentingan lokal dan budaya lokal dihormati membantu menyelesaikan masalah, seperti di Aceh dan Poso, ia Yudhoyono said.President menambahkan bahwa Indonesia bersyukur bahwa ia hidup dalam masyarakat yang beragam dan berpegang pada prinsip kesatuan dalam keragaman .

Dia berharap pengalamannya dalam mengelola kehidupan yang multi budaya, terdiri dari berbagai kelompok etnis dan ratusan bahasa daerah yang berbeda, dapat memberikan kontribusi untuk menghormati keanekaragaman budaya yang UNESCO telah lama menganjurkan.

Presiden Yudhoyono mengatakan, saat ini sebagai ketua Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), bahwa Indonesia mendukung upaya untuk mengembangkan pemahaman tentang budaya yang berbeda antara negara anggota ASEAN berkaitan dengan menciptakan kawasan dengan keanekaragaman budaya dan meningkatkan kesejahteraan umum.

Dalam pidatonya, Presiden juga menghargai bahwa UNESCO telah membantu Indonesia melindungi dan mengembangkan budaya, termasuk pengakuannya atas warisan negara, seperti wayang (wayang), batik, keris, angklung, dan bantuan untuk pemeliharaan Borobudur dan Prambanan candi.

Sementara itu, staf khusus presiden untuk hubungan internasional Teuku Faizasyah mengatakan undangan UNESCO dari Presiden Yudhoyono menyampaikan pandangan-pandangannya adalah tanda pengakuan dari masyarakat internasional keragaman budaya Indonesia.

“Keikutsertaan Presiden Yudhoyono dalam sidang khusus ke-36 Majelis Umum UNESCO merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan itu peran aktif sebagai pembangun jembatan dan pembuat solusi melalui kerjasama antar-budaya,” kata Faizasyah.

Menurutnya, undangan kepada Presiden Yudhoyono dari UNESCO adalah tampilan apresiasi badan PBB untuk komitmen pemerintah Indonesia untuk melestarikan dan mempromosikan keanekaragaman budaya sebagai aset hidup.

Sumber: ANTARA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s