Karakter etnik modern pada rumah

Posted: 15 Maret 2012 in MAM in News

Gaya rumah Bali kian tren untuk diadopsi dalam bangunan masa kini. Dipadupadankan dengan desain modern, inspirasi bangunan Pulau Dewata ini makin cantik dan etnik. Bali selalu menjadi tujuan favorit bagi siapa saja untuk berlibur.

Pada umumnya, bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung makna tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Namun, bagi rumah Bali modern, penempatan ragam hias tidak harus mengandung nilai kepercayaan atau budaya. Semua kembali pada cita rasa. Ragam hias atau manik-manik Bali dapat dihadirkan untuk memperkuat unsur etniknya.Yang bercirikhas adalah kamar mandi Bali. Kamar mandi modern dibuat lebih alami dengan meletakkan guci-guc besar di bawah keran, serta menebar batu kali putih di sekitar pancuran(asyeeg..).

Maraknya pembangunan rumah Bali modern oleh Jasa Arsitek Rumah menjadi pertanda bahwa tren hunian siap beralih ke modern-etnik. Pakemnya tetap pada arsitektur bagunan tradisional, namun kesan modern diperkuat dengan penegasan fungsi ruang bersama perkawinan aksesoris pernik maupun furnitur modern-etnik.

Berkonsep Resor

Jasa Arsitek Rumah , Suasana resor atau private vila di Pulau Bali menjadi inspirasi hunian modern. Tampilan rumah yang bersih, tetapi tetap eksotik menjadi daya tariknya. Rumah bergaya minimalis dapat dipercantik dengan aksen Bali etnik lewat hadirnya garis-garis dan pernak-pernik khas Bali.

Misalnya, rumah modern tetap kita hadirkan nuansa Balinya dengan memakai atap alang-alang, Jika tidak memungkinkan menerapkan desain arsitektur rumah Bali, ada baiknya bermain pada sisi “khas”-nya saja.

Coba letakkan patung Bali di halaman rumah anda, atau patung dengan ukuran kecil pada foyer, di atas pilar atau lubang buatan dalam dinding. Berikan penyinaran minim untuk memberi degradasi warna dan kesejukan pada sekitar. Jika ukuran taman cukup luas, tanam kembang kamboja baik berupa pohon maupun kamboja mini.

“Kita ngambil filosofi modern dari arsitektur bali, yang menggunakan bahan-bahan yg tersedia di alam. Jadi tidak banyak menggunakan bahan sintetis, Untuk pemilihan cat rumah, sebaiknya memilih warna beige atau natural. Letakkan juga jendela berbukaan besar untuk kelancaran sirkulasi udara dan cahaya.

Coba pilih lukisan khas, untuk dipajang di rumah. Atau memilih guci tanah liat cantik, maupun ukiran kayu. Jika rumah Anda minimalis, sebaiknya cari pernak-pernik yang berukuran kecil. Hindari degradasi warna yang terlalu mencolok.

Sumber: lifestyle.okezone.com

Komentar
  1. @Nur Hasyim mengatakan:

    Etnik di Indonesia tidak lagi menjadi sebuah isu, namun merupakan realitas sosial yang mampu menempatkan diri pada sendi lingkungan dan masyarakat. Lebih jauh hal ini mengakibatkan suatu keragaman positif yang saling memiliki pola dan nilai masing-masing. Seberapa jauh sentuhan modernisasi pada setiap sudut budaya dan kelompok menjadi bagian yang paling harmonis dalam kehidupan manusia.
    Islam sendiri juga hadir dengan membawa karakter etnik yang khas akan keragaman tertentu, namun karakter yang dimunculkan diharapkan menjadi bagian penting yang diterima dan menerima realitas sosial. Ketika Islam disimbolkan dengan Masjid maka rumah ibadah umat Islam ini pada akhirnya harus menjadi rumah kembali bagi setiap indiviidu yang multi etnik. Begitu juga ketika orang yang memegang teguh kebudayaan bali, mereka membangun rumah dipulau jawa dengan bangunan khas bali dengan harapan sebagai tempat kembali bagi warga bali yang berdomisili di pulau jawa atau sebagai media kebanggaan masyarakat etnik bali.
    Lebih dari itu kehadiran Masjid bukan sekedar tempat ibadah, namun mampu menjadi pusat budaya, pengembangan ekonomi, sistem komunikasi dan kerukunan antar umat. Simbol itu kini telah ditunjukkan dengan hadirnya Masjid Chengho dan masjid lain dengan arsitektur Tionghoa. Alangkah indah jika Masjid mampu menjadi filter bagi peradaban manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s