NASIONALISME INDONESIA

Posted: 21 Maret 2012 in MAM in News

Dalam kontek Negara Indonesia belakangan ini, istilah Nasional menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam berbagai wawasan termasuk dunia Islam. Islam memandang negara sebagai keutuhan yang sah yang tidak dapat di ubah oleh siapapun dengan alasan apapun.
Mengambil sebuah pelajaran dari Islam Rahmatan lil ‘alamin, maka setiap individu diakui sebagai Bangsa yang memiliki hak dan perlakuan yang sama. Karena semua berhak mendapatkan pelayanan dari Allah swt, tergantung pada kadar keimanan masing-masing, karena hanya dihadapan Allah ketaqwaan itu tampak.
“Islam tumbuh dan berkembang seiring dengan proses kebudayaan dalam   masyarakat,
Pada dasarnya Islam adalah dien wal ummah, religion and nation (agama dan bangsa). Bukan dien wal daulah, religion and state (agama dan negara). Dengan begitu, politik Islam semestinya tidak berkepentingan dengan negara Islam, melainkan kebaikan masyarakat secara keseluruhan (rahmatan lil ‘alamin).

“Jadi, Islam Indonesia itu ya Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Itu pasti moderat, toleran, anti-kekerasan dan menolak ide negara Islam. Yang mengusung panji-panji Islam tetapi tidak rahmatan lil ‘alamin  yang jelas bukan Islam Indonesia. Itu Islam yang lain, yang asing dalam konteks kebudayaan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Oleh karena itu Nahdlatul Ulama beserta seluruh jejaring pesantren di tanah air merupakan jangkar nasionalisme Indonesia. Tradisi pemikiran dan keagamaan NU menjelaskan bahwa kita bisa menjadi orang Indonesia, sekaligus orang Islam.

‎”Anda bisa menjadi orang Sunda, Jawa, Batak, Melayu, Betawi, Aceh dan lain-lain, sekaligus menjadi orang Islam. Kejawaan seseorang tidak dipertentangkan dengan Islam. Demikian pula kesundaan, kebatakan dan lain-lain. Intinya, kita bisa menjadi orang Indonesia dan orang Islam sekaligus. Nggak harus jadi arab dulu baru bisa Islam. Dari sinilah Islam benar-benar mampu berperan menjadi suatu tradisi yang mewarnai setiap kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana sekarang agar nilai Keislaman mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Oleh :Nurul hamidiah

Komentar
  1. Nasionalisme masyarakat Indonesia selalu diuji, mampukah mempertahankan Nasionalisme sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s