BBM Batal Naik, Jero Wacik Cuma Bisa Imbau Masyarakat Hemat Energi

Posted: 2 April 2012 in MAM in News

Ramdhania El Hida – detikFinance (www.detik.com)

Jakarta – Paripurna DPR akhir pekan lalu membatalkan rencana kenaikan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.000 per 1 April 2012. Pemerintah terpaksa legowo dan mengimbau masyarakat tak boros energi.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, masyarakat harus lebih berhemat menggunakan BBM terutama yang menggunakan BBM subsidi agar anggaran subsidi pemerintah tidak bengkak di tengah mahalnya harga minyak dunia.

“Bagaimana pun the show must go on. Hidup harus terus berjalan. Sebentar lagi saya edarkan kebijakan. Pertama harus berhemat, karena kita tidak setuju BBM naik, maka kita semua harus hemat BBM itu konsekuensi logis. Saya tentu tidak perlu menyatakan jangan pergi-pergi, tapi kurangi yang tidak perlu, jangan pergi kakak adik pergi pakai mobil sendiri, tapi pergi bareng-bareng,” ujar Jero.

Hal ini disampaikan Jero di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (2/4/2012).

Selain itu, Jero menyatakan saat ini pembangkit listrik PLN juga masih banyak yang menggunakan BBM, namun harga listrik masih murah. Terkait keputusan paripurna DPR, Jero mengatakan pemerintah bisa menaikkan harga BBM jika harga minyak Indonesia (ICP) rata-rata 6 bulan terakhir adalah US$ 120,75 per barel.

Seperti diketahui, rapat Paripurna DPR Sabtu lalu membatalkan kenaikan harga BBM subsidi yang rencananya dilakukan 1 April 2012. Namun DPR memutuskan penambahan pasal 7 ayat 6 huruf a dalam UU APBN-P 2012 yang membolehkan pemerintah menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.

Telah diputuskan Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 yang isinya adalah:
“Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung.”

Dalam UU APBN-P 2012, DPR dan pemerintah memutuskan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.

Kemudian, Jero juga meminta kepada pengusaha mendorong pemakaian energi alternatif, seperti pemakaian batubara untuk pembangkit listriknya dan juga menggunakan listrik bertenaga surya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s